Kelapangan hati memang tidak dapat dibeli..Entah mengapa semua semakin sempit. Pandangan semakin sempit, wawasan semakin sempit, rejeki semakin sempit, moralpun semakin sempit dan parahnya lagi hati bisa semakin sempit. Ditengah cobaan yang mendera dan hingar bingar kehidupan Jakarta. Tak dapat lagi terelakan, stress pun kian melanda. Mungkin kita salah menilai makna hidup, mungkin juga kita keliru dalam mensyukuri nikmat, atau bisa juga ada konflik yang timbul di dalam hati kita karena perbuatan dosa yang kita sembunyikan rapat-rapat. Cuma hati kecil kita yang tau. Terkadang aku berfikir, mengapa sesempit ini? Tapi yang jelas, semua manusia pasti pernah merasakannya.
Kesempitan hidup mungkin timbul karena pengharapan akan hari depan yang muluk dan meng awang-awang, sehingga jika kita belum meraihnya ada semacam perasaan kecewa didalam hati. Dan tak jarang pula mereka yang beranggapan bahwa kegagalan telah mengkandaskan segalanya. Melemahkan pikiran dan tenggelam dalam rasa malu yang berlebih sehingga timbul rasa tidak percaya diri dalam menjalani hidup. Ya.. Itu sangat mungkin terjadi bahkan sering terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar