Minggu, 01 November 2009

Akad Nikah























15 Agustus 2009 adalah malam penantian yang penuh dengan harapan. Harapan esok hari berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Malam itu, aku tidak bisa tidur. Entah mengapa, mata ini mengantuk tetapi enggan untuk di pejamkan. Apa karena hati ini terlalu gundah? atau kegelisahan hati menunggu esok hari terlalu tinggi? Hanya dzikir yang dapat ku lafadz kan dengan harapan hari esok hidup baru ku masuki dengan dengan lancar dan penuh hikmat. Akhirnya tanpa sadar akupun tertidur. Sekejap memang, hari itu 16 Agustus 2009 Gema Adzan subuh menyentak tidurku. Akupun bergegas bangun dan segera memanjatkan doa. Tak lama kemudian tamu pun mulai berdatangan. Disela rasa gelisah, akupun bersiap untuk barangkat ke rumah pengantin wanita dimana aku akan dinikahkan. Sungguh diluar dugaan, awalnya aku menyangka hanya ada 5 mobil iring-iringan kendaraan yang akan mengantarku menuju rumah pengantin wanita. Setelah ku hitung, ternyata yang mengantarku cukup banyak. Jumlahnya tak kurang dari 40 mobil. Entah siapa mereka yang berbaik hati mengantarku dengan sukarela. Hati ini mulai merasa lega, karena ada banyak sekali orang yang mengantarku ke gerbang kehidupan yang baru. Alhamdulillah...
Setibanya aku dirumah pengantin, aku disambut dengan meriah. Serangkaian upacarapun dilakukan untuk mengiringi aku ke meja akad nikah. Meja itu terlihat sangat bersih dan rapih. Dibungkus kain putih yang melambangkan kesucian hati. Batin ku berkata, inilah pintu gerbang kehidupanku yang baru. Disinilah para malaikat akan turun menyaksikan upacara yang ku harap hanya terjadi satu kali dalam hidup ku. Syukur Alhamdulillah... Ijab Kabul telah ku lafadzkan dengan sangat sempurna, tanpa ada sepenggal kata pun yang terputus karena terpotong helaan nafas.

Tidak ada komentar: