Sebenarnya sejak dulu saya sangat menggemari bacaan tentang kisah tokoh-tokoh pemimpin dunia yang memiliki karakter kuat seperti Bung Karno, Lenin, Joseph Stalin, Hitler, Mao Tse Tung dan tokoh-tokoh lainnya. Kekaguman saya pada mereka adalah bagai mana para tokoh tersebut yang hidup pada era itu bisa memiliki visi yang begitu besar untuk merubah tatanan dunia. Mereka memiliki karakter dan ego yang sangat fantastis. Dengan segenap kemampuan dan kelihaian mereka dalam menyusun strategi akhirnya mereka mampu untuk menjadi pucuk pimpinan di Negaranya masing-masing. Tidak berhenti sampai disitu hasrat untuk memperluas jangkauan kekuasaan pun dilakukan, sekipun harus ditempuh dengan cara perang yang memakan korban hingga ratusan ribu jiwa. Sungguh dashyat kepemimpinan tokoh-tokoh tersebut hingga orang-orang mati di medan perang dengan sukarela untuk membela harga diri pemimpinya. Padahal menurut beberapa sumber para tokoh tersebut tidak semuanya orang baik. Dunia politik memang mampu memanipulasi apapun sejauh kita dapat membentuk opini publik. Setan bisa terlihat seperti malaikat, begitu pula sebaliknya, malaikat bisa di anggap makhluk yang laknat. Butuh kecerdasan, ketangkasan, dan insting yang kuat untuk memenangkan laga di dunia politik. Entah mengapa itu semua membuat saya tertarik untuk mulai memperhatikan dunia politik. Walaupun belum terjun secara praktis, namun saya sedikit banyak memperhatikan apa yang terjadi.
Saya menyadari, untuk terjun kedunia politik, setidaknya saya harus mempersiapkan tiga hal penting, yaitu : 1) Harus matang secara mental. Yang saya perhatikan sekarang banyak sekali politisi di indonesia yang saling serang dengan cara-cara yang maaf (tidak santun), dan celakanya lagi yang diserangpun menanggapinya dengan cara yang tidak santun pula. Proporsionalitas dalam menghadapi rivalitas politik amat diperlukan di negara demokrasi seperti Indonesia, untuk itu politikus yang handal harus matang secara mental agar dapat bersikap proporsional dalam segala hal. 2) Harus matang secara materi. Hal ini penting diperhatikan.Tidak dapat dipungkiri dunia politik amat dekat dengan kekuasaan, dan dengan kekuasaan maka makin mudah untuk mendapatkan materi atau uang. Politisi yang belum mapan secara materi memiliki potensi yang cukup besar untuk memanfaatkan kekuasaan untuk mencari materi, hingga mereka lupa akan asas kerakyatan dan pengabdian. 3) Harus matang secara wawasan & strategy. Politik dapat diibaratkan seperti perang. butuh trik dan strategi untuk memenangkan pertempuran. Banyak kita jumpai fenomena saat ini dimana polititisi sama sekali tidak memiliki skil politik, mereka hanya mengandalkan ketenaran semata tanpa diimbangi strategi taktis untuk mencapai misi utama dalam berpolitik. Politisi seperti ini dapat disebut "politisi tanggung" yang banyak diantara mereka hanya menjadi pengikut atau pendompleng yang selalu setia mengikuti kemana arah angin berhembus.
Sangat menarik bercerita panjang lebar tentang politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar