Aku menemukan sebuah mutiara...
Mutiara terindah sepanjang masa..
Aku menemukan sebuah permata..
Yang paling berkilau terangi jiwa..
Aku menemukan sebuah lentera..
Penerang malam tanpa cahaya..
Mutiara Cipta..
Permata hatiku..
Lentera penyinar malam-malamku..
Ku ambil dia dari dasar hati yang paling dalam..
Dari cangkang cinta yang tak pernah terjamah..
Ku ikat dia dengan cincin kasih..
Dengan ukiran tulus berbalut emas putih..
Rindu.. Saat kau tak disampingku..
Pilu.. Saat kau jauh dariku..
Suka.. Saat kau di pelukan..
Bahagia.. Saat jarimu dalam genggaman..
Dengan kecantikan yang terbungkus ketulusan hati..
Dengan ketulusan yang dibalut dengan kemuliaan jiwa..
Tak kan ada ungkapan syurga yang dapat menggmbarkan keindahaanya..
Tak kan ada puisi cinta yang mampu menjadi sketsa ke elokan mu..
Ohhh… Tuhan…
Aku tak mampu mengungkapkannya…
Kucoba kembali untuk berfikir..
Mencari kalimat puitis, yang mampu menjadi cermin akan indah mu..
Tapi tetap saja..
Aku tak mampu mengungkapkannya..
Hanya kata “Aku kagum akan “Cipta” mu ya Allah”..
Berjuta kagum ku ucapkan lewat makna “Subhanallah”..
Yang dapat keluar dari benak ku..
Kau berikan dia kepadaku, padahal aku tak layak menerimanya..
Dia begitu elok sebagai seorang hawa, sedangkan aku begitu nista sebagai seorang pria..
Tuhan..
Semoga aku dapat mengemban amanah ini..
Aku ingin memberikan yang terbaik untuk nya..
Kan ku abdikan sisa hidup ku untuk memanjakannya dalam buaian cinta..
Cinta yang mengalir sepanjang masa..
Satu pinta ku kepada mu Tuhan..
Teguhkan hati ini untuk tetap mencintainya..
Jangan kau biarkan aku tergoda akan dunia diluar sana..
Karena yang ku ingin, agar tetap mencintainya sampai kau pertemukan kami di surga kelak..
Terimakasih Tuhan..
Kuingin terus mencintainya..
Mutiara terindah sepanjang masa..
Aku menemukan sebuah permata..
Yang paling berkilau terangi jiwa..
Aku menemukan sebuah lentera..
Penerang malam tanpa cahaya..
Mutiara Cipta..
Permata hatiku..
Lentera penyinar malam-malamku..
Ku ambil dia dari dasar hati yang paling dalam..
Dari cangkang cinta yang tak pernah terjamah..
Ku ikat dia dengan cincin kasih..
Dengan ukiran tulus berbalut emas putih..
Rindu.. Saat kau tak disampingku..
Pilu.. Saat kau jauh dariku..
Suka.. Saat kau di pelukan..
Bahagia.. Saat jarimu dalam genggaman..
Dengan kecantikan yang terbungkus ketulusan hati..
Dengan ketulusan yang dibalut dengan kemuliaan jiwa..
Tak kan ada ungkapan syurga yang dapat menggmbarkan keindahaanya..
Tak kan ada puisi cinta yang mampu menjadi sketsa ke elokan mu..
Ohhh… Tuhan…
Aku tak mampu mengungkapkannya…
Kucoba kembali untuk berfikir..
Mencari kalimat puitis, yang mampu menjadi cermin akan indah mu..
Tapi tetap saja..
Aku tak mampu mengungkapkannya..
Hanya kata “Aku kagum akan “Cipta” mu ya Allah”..
Berjuta kagum ku ucapkan lewat makna “Subhanallah”..
Yang dapat keluar dari benak ku..
Kau berikan dia kepadaku, padahal aku tak layak menerimanya..
Dia begitu elok sebagai seorang hawa, sedangkan aku begitu nista sebagai seorang pria..
Tuhan..
Semoga aku dapat mengemban amanah ini..
Aku ingin memberikan yang terbaik untuk nya..
Kan ku abdikan sisa hidup ku untuk memanjakannya dalam buaian cinta..
Cinta yang mengalir sepanjang masa..
Satu pinta ku kepada mu Tuhan..
Teguhkan hati ini untuk tetap mencintainya..
Jangan kau biarkan aku tergoda akan dunia diluar sana..
Karena yang ku ingin, agar tetap mencintainya sampai kau pertemukan kami di surga kelak..
Terimakasih Tuhan..
Kuingin terus mencintainya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar