Kodrat manusia, diciptakan berpasang-pasangan. Selalu ada kiri dan kanan dalam tiap sisi tubuh kita. Selalu ada tinggi dan rendah pada satuan raga manusia. Pandangan kita pada bumi akan nampak suram tanpa perbedaan gradasi warna. Apa jadinya bumi jika semua berwarna hitam? atau putih? atau biru? atau yang lain? hanya satu warna, tanpa perbedaan. Pasti kita tidak akan tahan berlama lama menghuni bumi. Kita tidak akan mengenal putih jika tidak ada warna hitam. Kita tidak akan mengenal indah jika kita tidak mengenal buruk rupa. Yah.. begitulah tuhan menciptakan bumi dan isinya. Penuh dengan perbedaan.
Perbedaan adalah sebuah anugerah. Itu yang selalu dikatakan oleh orang bijak. Memang benar adanya. Karena dengan adanya perbedaan kita akan mengenal persamaan. Melalui perbedaan juga kita akan menemui keseimbangan hidup.
Semua tampak begitu mudah untuk diucapkan. Bagaimana jika perbedaan itu terdapat pada dua insan yang saling jatuh cinta? Perbedaan karakter yang begitu jauh? Perbedaan gaya hidup? Perbedaan pola pikir? Perbedaan latar belakang keluarga dan sosial? Perbedaan cara pandang terhadap agama? atau perbedaan lainyya? Banyak sekali. Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu. Jangankan menuliskannya, mengingatnya pun membuat kita merasa lelah.
Apakah itu juga anugerah? Jika itu anugerah, mengapa terkadang kita merasa lelah? jika itu anugerah mengapa itu sering membuat mereka bertengkar? Jika itu anugerah mengapa ada kata perpisahan yang datang dari label perbedaan? Bukankankah anugerah itu adalah sebuah nikmat? bukankah perselisihan itu sebuah laknat? Mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk diterima. Itulah ketika percintaan terkontaminasi kata "perbedaan". Sedikit sekali yang bisa menerimanya.
Perbedaan adalah sebuah anugerah. Itu yang selalu dikatakan oleh orang bijak. Memang benar adanya. Karena dengan adanya perbedaan kita akan mengenal persamaan. Melalui perbedaan juga kita akan menemui keseimbangan hidup.
Semua tampak begitu mudah untuk diucapkan. Bagaimana jika perbedaan itu terdapat pada dua insan yang saling jatuh cinta? Perbedaan karakter yang begitu jauh? Perbedaan gaya hidup? Perbedaan pola pikir? Perbedaan latar belakang keluarga dan sosial? Perbedaan cara pandang terhadap agama? atau perbedaan lainyya? Banyak sekali. Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu. Jangankan menuliskannya, mengingatnya pun membuat kita merasa lelah.
Apakah itu juga anugerah? Jika itu anugerah, mengapa terkadang kita merasa lelah? jika itu anugerah mengapa itu sering membuat mereka bertengkar? Jika itu anugerah mengapa ada kata perpisahan yang datang dari label perbedaan? Bukankankah anugerah itu adalah sebuah nikmat? bukankah perselisihan itu sebuah laknat? Mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk diterima. Itulah ketika percintaan terkontaminasi kata "perbedaan". Sedikit sekali yang bisa menerimanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar